Selamat Datang Teman-Teman Baikku (Welcome All My Dear Friends).

SELAMAT DATANG DI BLOG PERTOLONGAN PERTAMA

Selamat datang di blog saya, terimakasih untuk teman-teman yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk melihat, berbagi ilmu dan pengalaman di sini.

PERALATAN PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA

Dalam melaksanakan tugas sebagai seorang pelaku pertolongan pertama, tentunya kita memerlukan beberapa peralatan dasar.

SKEMA ALGORITME PENATALAKSANAAN KORBAN

Untuk lebih mempermudah kita mengingat tahapan yang dilakukan dalam proses penilaian, maka dapat dilihat dari skema Algoritme Penatalaksanaan Korban.

SKEMA RESUSITASI JANTUNG PARU

Untuk lebih mudah mengerti proses Resusitasi Jantung Paru, dapat melihat skema berikut ini:

TEKAN DAHI ANGKAT DAGU

Teknik Angkat Dagu Tekan Dahi ini dilakukan untuk korban yang tidak mengalami trauma pada kepala, leher maupun tulang belakang.

Senin, 25 April 2011

Pertolongan Pertama Cedera Mata

Halo teman-teman semua, maaf nih baru sempat posting lagi untuk Pertolongan Pertama. Kali ini kita akan berbagi pengetahuan tentang Pertolongan Pertama Cedera Mata (bukan cedera mata pencarian ya..hehehe).
Benda Asing yang menancap dimata

Mata sebagai salah satu panca indera paling penting ditubuh kita, dengan mata kita bisa menyaksikan betapa indahnya pemandangan dunia ini. Namun adakalanya panca indera yang satu ini mengalami cedera, bisa pada bagian luar seperti kelopak mata atau bagian dalam (bola mata itu sendiri).

Terjadinya cedera pada mata bisa menyebabkan hal yang sangat fatal seperti kebutaan, jika anda mengalami atau menemukan korban dengan cedera mata, maka berikut panduan pertolongan pertama yang dapat teman-teman lakukan untuk melakukan pertolongan:
  1. Jangan lakukan penekanan langsung terutama bila bola mata juga mengalami cedera
  2. Bila ada benda tertanam di mata atau ada luka sayat, jangan berusaha untuk membersihkan
  3. Jangan mencabut benda yang menancap
  4. Jangan berupaya memasukkan bola mata yang keluar
  5. Kurangi gerakan mata
  6. Tutup juga mata yang sehat untuk mencegah gerakan mata yang cedera, karena pergerakan mata merupakan pergerakan yang simultan kiri dan kanan. Pada korban yang sadar ini harus dilakukan terlebih dahulu
  7. Pada korban yang tidak sadar, sebelum ditutup kelopak mata harus ditutup untuk mencegah bola mata menjadi kering yang bisa berakibat kebutaan
  8. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan

Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Kamis, 14 April 2011

Pertolongan Pertama Perdarahan Hidung

Apakabar teman-teman semua? Masih berminat terus belajar Pertolongan Pertama? Kalo masih bersemangat, siang hari ini mari kita bahas tentang Pertolongan Pertama Perdarahan Hidung.


Kalo dari judulnya saja teman-teman tentu sudah pada tahu, bahkan mungkin pernah mengalami. Yups benar, perdarahan hidung dikenal dengan nama MIMISAN. Biasanya ikut terjadi ketika korban mengalami cedera di bagian kepala dan wajah.


Penyebab mimisan ada beberapa macam yaitu akibat benturan langsung pada daerah hidung atau daerah lainnya, penyakit, gangguan lain seperti demam tinggi, tekanan darah tinggi, infeksi sinus dan lain-lain.


Kalo dalam keadaan darurat, perdarahan hidung (mimisan) harus mendapat perhatian serius dan tidak boleh diabaikan. Darah yang hilang cukup banyak dapat menyebabkan syok


Untuk Pertolongan Pertama jika kita menemukan korban yang mengalami perdarahan hidung, yang harus dilakukan adalah:

  1. Pertahankan jalan nafas
  2. Dudukan penderita sedikit condong ke depan
  3. Berikan penekanan pada cuping hidung (tekan kedua cuping hidung menjadi satu), atau berikan pembalut diantara bibir atas dan gusi lalu tekan (ke arah lubang hidung)
  4. Jangan membiarkan korban tiduran, karena darah akan mengalir menuju kerongkongan dan masuk ke dalam lambung yang dapat menimbulkan mual dan muntah
  5. Jangan menutup hidung sampai penuh, bedakan perdarahan hidung dengan kebocoran cairan otak (cairan serebrospinal, nanti dibahas lebih lanjut di cedera kepala), yang merupakan petunjuk adanya patah tulang tengkorak
  6. Jangan mencabut benda apapun yang ada dalam hidung
  7. Bila terjadi avulsi berikan pembalutan penekanan
  8. Bila korban menjadi tidak sadar atau tidak mampu menjaga jalan nafasnya sendiri, baringkan penderita pada posisi miring stabil (posisi pemulihan)

Yang perlu diingat, bila ada kecurigaan patah tulang atau adanya cedera spinal maka penolong jangan berusaha untuk menghentikan perdarahan (akan dibahas lebih lanjut).




Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Senin, 11 April 2011

Pertolongan Pertama Benda Tertancap Di Pipi

Melanjut postingan sebelumnya mengenai Pertolongan Pertama pada cedera jaringan lunak yang meliputi luka tusuk dan luka dibagian kepala, kali ini saya kembali berbagi pengetahuan kepada teman-teman bagaimana kalo kita menemukan luka di bagian pipi korban dengan benda yang menancap.

Kalo membayangkannya tentu membuat bulu roma bergidik tapi kasus ini pernah terjadi. Jika kita menemukan kasus seperti ini setidaknya kita sudah dapat memberikan pertolongan pertama yang dapat membantu menyelamatkan korban dengan kondisi tersebut.

Pertolongan pertama yang dilakukan untuk luka tusuk dengan benda yang masih tertancap pada pipi korban hampir sama dengan yang terjadi pada luka tusuk dengan benda yang masih menancap di bagian lain tubuh korban. Namun ada sedikit perbedaan mendasar yang harus benar-benar diperhatikan.

Perbedaan itu adalah jika menancap di pipi, maka penolong harus segera MENCABUT benda yang menancap tersebut jika dalam penilaian korban benda tersebut dianggap mengganggu jalan nafas sedangkan untuk yang menancap di tubuh korban diusahakan untuk tetap menempel guna mencegah perdarahan yang lebih hebat (sampai datang bantuan medis).

Untuk lebih jelas, maka langkah pertolongan pertama yang harus diberikan adalah:
  1. Lihat ke dalam mulut korban apakah benda yang menusuk tersebut menembus dinding pipi.
  2. Jika menghalangi jalan nafas segera cabut, namun terlebih dahulu lakukan penilaian dengan teliti.
  3. Jika harus dicabut maka tarik benda yang menancap tersebut ke arah yang paling aman dan memungkinkan.
  4. Bila benda yang menembus sulit dicabut maka usahakan untuk menstabilkan benda tersebut. 
  5. Miringkan kepala korban kecuali jika ditemukan ada cedera leher dan tulang belakang.
  6. Jika benda dicabut tempatkan penutup luka di dalam (antara gigi dan pipi)
  7. Beri penutup luka diluar dan balut.
  8. Segera hubungi atau evakuasi korban untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.