Selamat Datang Teman-Teman Baikku (Welcome All My Dear Friends).

SELAMAT DATANG DI BLOG PERTOLONGAN PERTAMA

Selamat datang di blog saya, terimakasih untuk teman-teman yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk melihat, berbagi ilmu dan pengalaman di sini.

PERALATAN PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA

Dalam melaksanakan tugas sebagai seorang pelaku pertolongan pertama, tentunya kita memerlukan beberapa peralatan dasar.

SKEMA ALGORITME PENATALAKSANAAN KORBAN

Untuk lebih mempermudah kita mengingat tahapan yang dilakukan dalam proses penilaian, maka dapat dilihat dari skema Algoritme Penatalaksanaan Korban.

SKEMA RESUSITASI JANTUNG PARU

Untuk lebih mudah mengerti proses Resusitasi Jantung Paru, dapat melihat skema berikut ini:

TEKAN DAHI ANGKAT DAGU

Teknik Angkat Dagu Tekan Dahi ini dilakukan untuk korban yang tidak mengalami trauma pada kepala, leher maupun tulang belakang.

Tampilkan postingan dengan label pertolongan pertama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertolongan pertama. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2011

Pertolongan Pertama Cedera Mata

Halo teman-teman semua, maaf nih baru sempat posting lagi untuk Pertolongan Pertama. Kali ini kita akan berbagi pengetahuan tentang Pertolongan Pertama Cedera Mata (bukan cedera mata pencarian ya..hehehe).
Benda Asing yang menancap dimata

Mata sebagai salah satu panca indera paling penting ditubuh kita, dengan mata kita bisa menyaksikan betapa indahnya pemandangan dunia ini. Namun adakalanya panca indera yang satu ini mengalami cedera, bisa pada bagian luar seperti kelopak mata atau bagian dalam (bola mata itu sendiri).

Terjadinya cedera pada mata bisa menyebabkan hal yang sangat fatal seperti kebutaan, jika anda mengalami atau menemukan korban dengan cedera mata, maka berikut panduan pertolongan pertama yang dapat teman-teman lakukan untuk melakukan pertolongan:
  1. Jangan lakukan penekanan langsung terutama bila bola mata juga mengalami cedera
  2. Bila ada benda tertanam di mata atau ada luka sayat, jangan berusaha untuk membersihkan
  3. Jangan mencabut benda yang menancap
  4. Jangan berupaya memasukkan bola mata yang keluar
  5. Kurangi gerakan mata
  6. Tutup juga mata yang sehat untuk mencegah gerakan mata yang cedera, karena pergerakan mata merupakan pergerakan yang simultan kiri dan kanan. Pada korban yang sadar ini harus dilakukan terlebih dahulu
  7. Pada korban yang tidak sadar, sebelum ditutup kelopak mata harus ditutup untuk mencegah bola mata menjadi kering yang bisa berakibat kebutaan
  8. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan

Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Kamis, 14 April 2011

Pertolongan Pertama Perdarahan Hidung

Apakabar teman-teman semua? Masih berminat terus belajar Pertolongan Pertama? Kalo masih bersemangat, siang hari ini mari kita bahas tentang Pertolongan Pertama Perdarahan Hidung.


Kalo dari judulnya saja teman-teman tentu sudah pada tahu, bahkan mungkin pernah mengalami. Yups benar, perdarahan hidung dikenal dengan nama MIMISAN. Biasanya ikut terjadi ketika korban mengalami cedera di bagian kepala dan wajah.


Penyebab mimisan ada beberapa macam yaitu akibat benturan langsung pada daerah hidung atau daerah lainnya, penyakit, gangguan lain seperti demam tinggi, tekanan darah tinggi, infeksi sinus dan lain-lain.


Kalo dalam keadaan darurat, perdarahan hidung (mimisan) harus mendapat perhatian serius dan tidak boleh diabaikan. Darah yang hilang cukup banyak dapat menyebabkan syok. 


Untuk Pertolongan Pertama jika kita menemukan korban yang mengalami perdarahan hidung, yang harus dilakukan adalah:

  1. Pertahankan jalan nafas
  2. Dudukan penderita sedikit condong ke depan
  3. Berikan penekanan pada cuping hidung (tekan kedua cuping hidung menjadi satu), atau berikan pembalut diantara bibir atas dan gusi lalu tekan (ke arah lubang hidung)
  4. Jangan membiarkan korban tiduran, karena darah akan mengalir menuju kerongkongan dan masuk ke dalam lambung yang dapat menimbulkan mual dan muntah
  5. Jangan menutup hidung sampai penuh, bedakan perdarahan hidung dengan kebocoran cairan otak (cairan serebrospinal, nanti dibahas lebih lanjut di cedera kepala), yang merupakan petunjuk adanya patah tulang tengkorak
  6. Jangan mencabut benda apapun yang ada dalam hidung
  7. Bila terjadi avulsi berikan pembalutan penekanan
  8. Bila korban menjadi tidak sadar atau tidak mampu menjaga jalan nafasnya sendiri, baringkan penderita pada posisi miring stabil (posisi pemulihan)

Yang perlu diingat, bila ada kecurigaan patah tulang atau adanya cedera spinal maka penolong jangan berusaha untuk menghentikan perdarahan (akan dibahas lebih lanjut).




Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Senin, 11 April 2011

Pertolongan Pertama Benda Tertancap Di Pipi

Melanjut postingan sebelumnya mengenai Pertolongan Pertama pada cedera jaringan lunak yang meliputi luka tusuk dan luka dibagian kepala, kali ini saya kembali berbagi pengetahuan kepada teman-teman bagaimana kalo kita menemukan luka di bagian pipi korban dengan benda yang menancap.

Kalo membayangkannya tentu membuat bulu roma bergidik tapi kasus ini pernah terjadi. Jika kita menemukan kasus seperti ini setidaknya kita sudah dapat memberikan pertolongan pertama yang dapat membantu menyelamatkan korban dengan kondisi tersebut.

Pertolongan pertama yang dilakukan untuk luka tusuk dengan benda yang masih tertancap pada pipi korban hampir sama dengan yang terjadi pada luka tusuk dengan benda yang masih menancap di bagian lain tubuh korban. Namun ada sedikit perbedaan mendasar yang harus benar-benar diperhatikan.

Perbedaan itu adalah jika menancap di pipi, maka penolong harus segera MENCABUT benda yang menancap tersebut jika dalam penilaian korban benda tersebut dianggap mengganggu jalan nafas sedangkan untuk yang menancap di tubuh korban diusahakan untuk tetap menempel guna mencegah perdarahan yang lebih hebat (sampai datang bantuan medis).

Untuk lebih jelas, maka langkah pertolongan pertama yang harus diberikan adalah:
  1. Lihat ke dalam mulut korban apakah benda yang menusuk tersebut menembus dinding pipi.
  2. Jika menghalangi jalan nafas segera cabut, namun terlebih dahulu lakukan penilaian dengan teliti.
  3. Jika harus dicabut maka tarik benda yang menancap tersebut ke arah yang paling aman dan memungkinkan.
  4. Bila benda yang menembus sulit dicabut maka usahakan untuk menstabilkan benda tersebut. 
  5. Miringkan kepala korban kecuali jika ditemukan ada cedera leher dan tulang belakang.
  6. Jika benda dicabut tempatkan penutup luka di dalam (antara gigi dan pipi)
  7. Beri penutup luka diluar dan balut.
  8. Segera hubungi atau evakuasi korban untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Selasa, 05 April 2011

PERTOLONGAN PERTAMA LUKA KULIT KEPALA

Membalut Luka Kulit Kepala
Wah sudah lama juga nich tidak posting karena adanya sedikit kegiatan yang menyita waktu sehingga belum bisa berbagi ilmu Pertolongan Pertama dengan teman-teman. Namun di siang ini, kesempatan itu datang kembali dan saya segera memposting tentang Pertolongan Pertama pada luka kulit kepala.


Kita semua tahu bahwa kepala sebagai salah satu anggota tubuh terpenting karena padanya terdapat sejumlah organ yang sangat penting seperti otak, mata dan lain sebagainya. Pasokan darah sangat banyak dialirkan ke kepala oleh sistem sirkulasi, maka jika terjadi luka terbuka dapat menyebabkan perdarahan yang cukup besar.


Ketika terjadi perdarahan akibat cedera kulit kepala, sebagai penolong anda harus mengenali dengan baik keadaan yang sedang dihadapi terutama yang berhubungan dengan ada tidaknya patah tulang tengkorak yang menyertai luka pada daerah tersebut.


Jika sebagai penolong anda mencurigai adanya patah tulang tengkorak maka ada hal yang tidak bisa dilakukan dalam melakukan pertolongan pertamanya yaitu:
  • Jangan coba bersihkan kulit kepala.
  • Jangan gunakan tekanan langsung.
Untuk Pertolongan Pertama yang dapat dilakukan pada luka kulit kepala tanpa patah tulang tengkorak anda dapat melaksanakannya sebagai berikut:

  1. Kendalikan perdarahan dengan penekanan langsung pada luka dan beri penutup luka. Bila memang dicurigai ada patah tulang tengkorak terbuka maka gunakan bantalan yang tebal guna menghentikan perdarahan dan jangan melakukan penekanan langsung.
  2. Pasang pembalut luka.
  3. Tinggikan, bila tidak ada patah tulang tengkorak, cedera tulang belakang atau dada. Jangan posisikan penderita tidak sadar dengan kepala-bahu relatif lebih tinggi.
  4. Periksa untuk memastikan tidak ada kemungkinan cedera spinal (tulang belakang).
  5. Segera evakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.



Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Kamis, 31 Maret 2011

Pertolongan Pertama Luka Tusuk Bag. 2

Di kamis pagi yang cerah ini, saya akan melanjutkan kembali berbagi ilmu Pertolongan Pertama dengan teman-teman sekalian tentang Pertolongan Pertama Luka Tusuk namun dengan benda yang masih menancap pada luka tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Pertolongan Pertama pada luka tusuk harus segera dilakukan mengingat luka tusuk menyebabkan perdarahan luar dan perdarahan dalam yang dapat mengancam nyawa korban. Penanganan luka tusuk tanpa ada benda yang masih menancap sedikit lebih mudah menanganinya dibandingkan dengan yang masih ada benda yang menancap pada tubuh korban.

Perlu cara khusus untuk hal ini, mengingat jika benda yang menusuk tersebut bisa berupa pisau, paku atau benda runcing lainnya apabila dicabut akan mengakibatkan luka dan perdarahan bertambah parah dan terjadi perdarahan luar yang sangat hebat.
Untuk kasus seperti ini apabila teman-teman temukan, maka langkah-langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan untuk menolong korban tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Stabilkan benda yang menancap tersebut agar jangan bergerak karena bisa menyebabkan luka bertambah lebar dan parah. Gunakan tangan penolong untuk menjaga agar benda yang menancap tidak bergerak.
  2. Jangan mencabut benda yang menancap tersebut!! Kecuali jika benda tersebut menancap di pipi korban (akan dibahas lebih lanjut).
  3. Buka bagian yang luka sehingga terlihat dengan jelas oleh penolong.
  4. Segera hentikan perdarahan dan ingat jangan sampai menekan benda yang menancap tersebut.
  5. Stabilkan benda yang masih menancap tersebut dengan menggunakan penutup luka tebal, atau berbagai variasi misalnya membuat pola seperti donat dari pembalut mitela, pembalut gulung dan lainnya.
  6. Jika mulai tampak tanda syok segera lakukan pertolongan pertama syok untuk korban.
  7. Berusaha menjaga agar korban tetap tenang dan istirahat.
  8. Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis selanjutnya.
Satu hal yang harus diingat, ketika kita menemukan benda yang menancap tersebut sangat panjang sehingg menyulitkan kita untuk memberikan pertolongan pertama maka langkah yang harus diambil adalah memotong benda tersebut. Lakukan dengan sangat hati-hati agar benda tersebut tidak menyebabkan luka makin parah dan makin bertambah dalam. Jika teman-teman kesulitan untuk memotongnya mintalah bantuan kepada orang lain yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu seperti dokter atau penolong yang sudah terlatih.

Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Minggu, 27 Maret 2011

Pertolongan Pertama Luka Tusuk Bag. 1

Apakabar teman-teman?? Masih semangat untuk mengikuti panduan sederhana dari Pertolongan Pertama?? Semoga masih semangat ya...hehe, oh ya kali ini saya akan berbagi tentang Pertolongan Pertama Luka Tusuk.

Mengapa saya bahas ini, karena beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah koran lokal dikota saya dan ada korban yang meninggal dunia akibat luka tusuk tersebut. Luka tusuk ini sangat berbahaya karena menyebabkan perdarahan terbuka yang cukup hebat.

Pertolongan Pertama luka tusuk akan saya bagi menjadi dua bagian, yaitu luka tusuk yang bendanya sudah dicabut dan luka tusuk yang bendanya masih menancap ditubuh korban.

Baiklah untuk tidak memperpanjang mukaddimah, seperti yang teman-teman ketahui banyak hal yang menyebabkan terjadinya luka tusuk, seperti pisau, paku dan mungkin juga peluru. Luka tusuk juga mempunyai tipikal yang berbeda, ada yang hanya sampai pada batas daging, ada juga yang menembus tulang bahkan ada yang menembul tulang dan daging dibagian belakangnya seperti luka tembak (dikategorikan hampir sama dengan luka tusuk).

Terkadang kita melihat perdarahan yang ditimbulkan luka tusuk hanya seperti biasa saja, namun jika dilihat lebih teliti maka ada perdarahan dalam yang berat. Untuk luka tusuk yang bendanya tidak lagi menancap atau memang telah menembus bagian dibelakangnya sehingga tercipta luka tusuk keluar, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah:
  1. Tenangkan korban karena biasanya korban akan mengalami ketakutan.
  2. Periksa ada tidaknya luka tusuk keluar (tembus) terutama pada luka akibat tembakan.
  3. Segera hentikan perdarahan, baik pada luka tusuknya atau pun juga pada luka tembusnya.
  4. Bila memang diperlukan segera berikan tindakan bantuan hidup dasar.
  5. Lakukan pertolongan pertama pada syok, jika ditemukan tanda syok pada korban.
  6. Immobilisasi tulang punggung bila luka terjadi pada daerah kepala, leher dan batang tubuh.
  7. Rujuk segera korban ke fasilitas kesehatan dan terus perhatikan tanda vital.

Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Selasa, 22 Maret 2011

TIPS MEMBALUT LUKA

Tiba saatnya kembali berbagi ilmu dengan teman-teman sekalian, kali ini ilmu Pertolongan Pertama yang akan saya bagikan masih seputar Penanganan Cedera Jaringan Lunak untuk Luka Terbuka. Setelah sebelumnya teman-teman mengetahui Penutup Luka,  maka posting ini akan membahas tentang Pembalutan Luka.

Tentunya timbul pertanyaan apakah Pembalutan Luka ini penting? Ya, karena pembalutan ini berfungsi membantu mengendalikan Perdarahan, mempertahankan penutup luka pada tempatnya, dan menjadi penopang bagian tubuh yang cedera.
Ada 4 (empat) jenis pembalut luka yang harus teman-teman ketahui yaitu;
  • Pembalut Pita / Gulung
  • Pembalut Segitiga / Mitela
  • Pembalut Tabung / Tubuler
  • Pembalut Penekan.
Ilustrasi Pembalutan Luka
Untuk memasang pembalut luka, ikutilah tips berikut:
  1. Hentikan dahulu perdarahan, jika sudah berhenti barulah pasang pembalut. Pembalutan dapat langsung dilakukan jika menggunakan pembalut penekan (jenis no.4) yang sekaligus bisa menghentikan perdarahan.
  2. Usahakan dalam membalut luka korban untuk tidak terlalu kencang ataupun longgar.
  3. Rapikan ujung pembalut dan jangan sampai ujung sisanya terurai.
  4. Bila mendapati korban dengan luka yang kecil, sebaiknya daerah yang dibalut lebih lebar atau besar. Hal ini untuk menambah luasnya permukaan yang mengalami tekanan sehingga mencegah terjadinya kerusakan jaringan.
  5. Jangan sampai pembalutan ini menutupi ujung jari, bagian ini dapat menjadi petunjuk jika pembalutan terlalu kuat. Bila ujung jari pucat artinya pembalutan terlalu kuat dan harus diperbaiki.
  6. Khusus untuk luka terbuka pada alat gerak, pembalutan harus dilakukan dari distal ke proksimal arah jantung.
  7. Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan, misalnya untuk pembalutan sendi jangan berusaha menekuk sendi bila dibalut dalam keadaan lurus.

Selain tips di atas, hal yang teman harus ingat adalah pembalut luka haruslah menggunakan bahan-bahan yang bersih untuk mencegah kontaminasi luka yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada luka.

Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Sabtu, 19 Maret 2011

PENUTUP LUKA

Pagi ini mari kita kembali berbagi pengetahuan tentang Pertolongan Pertama. Postingan kali ini juga masih sekitar mengatasi luka terbuka (bagian 1 dan 2) pada cedera jaringan lunak dan berkaitan dengan perdarahan luar serta cara mengatasinya.
Ilustrasi Penutup Luka

Adapun topik pertolongan pertama yang kita bahas adalah Penutup Luka. Tindakan ini sangat penting dalam mengatasi terjadinya luka terbuka atau perdarahan luar.

Secara defenisi Penutup Luka adalah suatu bahan yang diletakkan tepat di atas luka, mempunyai daya serap baik, ketebalan 2-3 cm, ukuran cukup besar untuk menutupi seluruh permukaan luka dan dapat mencegah keluar masuknya udara sehingga kelembaban organ dalam terjaga pada korban.
Penutup luka ini memiliki fungsi penting dalam mengatasi perdarahan yang terjadi pada luka luar yaitu;
  1. Membantu mengendalikan perdarahan.
  2. Mencegah terjadinya kontaminasi lebih lanjut.
  3. Mempercepat penyembuhan.
  4. Mengurangi rasa nyeri.
Sebagai awam atau masyarakat biasa tentunya masih bingung apa yang dapat dijadikan sebagai bahan penutup luka, apalagi jika melihat darah yang keluar dari luka terbuka yang dialami korban sangat banyak. Mungkin saja teman-teman akan sedikit panik dan kebingunan melihat hal itu sehingga proses pertolongan pertama terlambat dan dapat membahayakan nyawa korban.

Kalau hal di atas yang teman-teman temukan maka tidak perlu untuk panik atau bingung, tutuplah segera luka tersebut dengan bahan yang relatif bersih sebagai contoh adalah kasa steril atau kain bisa juga bahan lainnya yang dapat menyerap darah yang keluar dari luka sekaligus menghentikan perdarahan.

Ingat teman, jangan menggunakan bahan yang mudah melekat pada luka seperti kapas, tisu dan lain-lain serta perhatikan kalau menggunakan bahan penutup luka yang mengandung obat. Baca dahulu etiket yang ada pada bahan sebelum menggunakannya.

Itu saja dipagi hari ini yang dapat saya bagi tentang ilmu Pertolongan Pertama dengan teman-teman sekalian.
Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Rabu, 16 Maret 2011

PERTOLONGAN PERTAMA UNTUK LUKA TERBUKA

Alhamdulillah malam ini Allah Subhaanawata'aala masih memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga saya bisa kembali berbagi ilmu Pertolongan Pertama dengan teman-teman semua.

Sesuai dengan alurnya, maka kali ini saya akan jelaskan (wuih seperti expert aja) bagaimana cara pertolongan pertama untuk korban yang mengalami luka terbuka.

Secara umum pertolongan pertama untuk korban yang mengalami luka terbuka pada cedera jaringan lunak sama seperti pertolongan pertama pada korban yang mengalami perdarahan luar. Sebagai seorang pelaku pertolongan pertama kita harus segera menghentikan perdarahan tersebut.

Untuk lebih jelasnya, pertolongan pertama untuk luka terbuka adalah sebagai berikut:

1. Luka harus terlihat.
Bagian tubuh yang mengalami luka terbuka harus tampak oleh penolong, jika masih terhalangi oleh pakaian maka harus dibuka. Lakukan dengan hati-hati karena bisa saja menyebabkan luka akan semakin parah ketika pakaian tersebut dibuka. Cara paling mudah adalah dengan memotong pakaian tersebut, namun banyak korban yang tidak menyenangi tindakan ini.

2. Bersihkan daerah sekitar luka.
Membersihkan luka ini sangat penting untuk menghindari luka terkontaminasi dan membuang kotoran yang menempel pada luka tersebut. Gunakan penutup steril untuk menyikat bersih permukaan luka. Tapi harus diingat, menghentikan perdarahan lebih penting dari pada membersihkan lukanya.

3. Kontrol Perdarahan bila ada.
Terkadang perdarahan tidak terlihat disaat kita mendekati korban, tapi baru dapat dilihat setelah pakaian yang menutup luka kita buka.

4. Lakukan Penatalaksanaan Syok pada luka yang parah atau jika memang gejala dan tanda syok telah ada pada korban.

5. Cegah Kontaminasi Lanjut.
Pelaku pertolongan pertama hendaknya menggunakan bahan yang paling steril untuk membersikan serta menutup luka. Bahan terbaik adalah penutup luka steril.

6. Beri Penutup Luka dan Balut.
Ada hal yang harus diperhatikan ketika kita menutup dan membalut luka pada alat gerak, yaitu periksa nadi distal untuk memastikan sirkulasi darah berjalan lancar. Periksa pembalutan secara berkala dan pastikan tidak ada perdarahan baru.

7. Baringkan korban bila kehilangan banyak darah dan lukanya cukup parah.
Pegerakan anggota tubuh korban akan mengakibatkan sirkulasi semakin aktif, sehingga perdarahan dapat terjadi lagi.

8. Tenangkan korban.
Jika emosi korban terkendali akan sangat membantu menurunkan frekuensi nadi dan tekanan darah sehingga perdarahan dapat berkurang.

9. Rujuk ke Fasilitas Kesehatan terdekat.
Lakukan hal ini segera agar korban mendapat pertolongan medis lebih lanjut.

Adapun pertolongan pertama untuk beberapa luka dan cedera jaringan lunak lain yang lebih spesifik akan dibahas pada postingan selanjutnya.


Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Minggu, 13 Maret 2011

LUKA TERBUKA BAG. 2

Menyambung posting terdahulu tentang Luka Terbuka yang terdapat pada Cedera Jaringan Lunak, maka berikut saya akan kembali berbagi pengetahuan tentang luka terbuka selanjutnya yang juga harus segera mendapatkan Pertolongan Pertama jika kita menemukan seseorang mengalaminya.

Luka terbuka selanjutnya adalah:

4. Luka Tusuk
Luka ini biasanya terjadi karena masuknya benda tajam dan runcing melalui kulit ke dalam tubuh dengan ciri khasnya luka relatif lebih dalam dibandingkan dengan lebarnya dan bentuk luka hampir menyerupai benda yang menusuk. Luka tusuk sangat berbahaya karena dapat melibatkan alat dalam tubuh.
Gambar Luka Tusuk
Kesulitan akan ditemui dalam penanganan luka jika benda yang menusuk masih tertancap. Perlu juga untuk dicari apakah luka tusuk ini menimbulkan luka tembus yaitu ada luka masuk dan luka keluar, karena biasanya luka keluar lebih parah daripada luka masuk. Contoh kasus dapat kita lihat pada kasus seseorang yang tertembak, luka masuknya hanya sebesar peluru namun luka keluarnya sangat besar.
 
Berat ringannya luka tusuk yang terjadi tergantung dari lokasi luka, panjangnya benda yang masuk dan besarnya gaya yang dialami.
5. Avulsi / Sobek
Luka ini terjadi akibat terkelupasnya kulit dan sedikit lapisan dibawahnya, bisa saja kulit dan lapisan dibawahnya itu masih menempel atau sudah hilang sama sekali. Bila masih menempel, maka itu disebut dengan flap atau lembaran gantung. Ujung hidung yang terkelupas disebut Avulsi.

6. Amputasi
Luka ini terjadi akibat terpisahnya jaringan tubuh korban, paling sering terjadi pada alat gerak mulai dari jari sampai hilangnya seluruh alat gerak. Pada ujung luka mungkin terlihat lembaran kulit dan ujung tulang.
Gambar Luka Amputasi
Perdarahan yang terjadi pada luka ini sangat hebat atau bisa juga sebaliknya karena pembuluh darah dapat menutup sendiri untuk membatasi keluarnya darah.

7. Cedera Remuk / Crush Injury
Luka jenis ini adalah gabungan antara luka terbuka dan luka tertutup, yang terjadi karena terjepitnya alat gerak korban dengan alat-alat berat. Hampir seluruh jaringan lunak dan jaringan keras seperti tulang dapat terlibat, tulang dapat patah dan pecahannya atau patahannya dapat menembus sampai keluar. Hal ini akan menimbulkan pembengkakan dan Perdarahan, baik Perdarahan Luar maupun Perdarahan Dalam.

Luka ini sangat bervariasi sekali bentuknya dan perlu untuk segera diberikan Pertolongan Pertama pada korban mengingat perdarahan yang terjadi sangat kuat.


Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Kamis, 10 Maret 2011

LUKA TERBUKA BAG. 1

Setelah sebelumnya kita membahas tentang pengertian Cedera Jaringan Lunak pada Pertolongan Pertama yang dibagi menjadi 2 (dua) kategori yaitu Luka Terbuka dan Luka Tertutup, maka kali ini saya akan berbagi lagi dengan teman-teman tentang jenis-jenis luka terbuka.

Untuk teman-teman ketahui, ada 7 jenis luka yang digolongkan ke dalam luka terbuka yaitu:
  1. Luka Lecet
  2. Luka Sayat/Iris
  3. Luka Robek
  4. Luka Tusuk
  5. Avulsi / Sobek
  6. Amputasi
  7. Cedera Remuk (Crush Injury)
Kali ini, saya akan jelaskan 3 jenis luka terbuka yaitu luka lecet, sayat/iris dan robek.

1. Luka Lecet.
Tentunya hampir setiap manusia pernah mengalami luka lecet ini, bisa karena terjatuh atau penyebab lainnya. Secara umum luka lecet ini terjadi karena adanya gesekan antara permukaan kulit dengan sesuatu yang mengakibatkan permukaan kulit terkelupas dan tampak titik-titik perdarahan.

Luka ini terjadi hanya dipermukaan kulit namun menimbulkan rasa nyeri bagi korbannya, hal ini akibat ujung-ujung syaraf juga mengalami cedera dan  biasanya bentuk dari luka lecet tidak beraturan. 

Untuk jelasnya mari kita lihat gambar luka lecet berikut:
Gambar Luka Lecet

2. Luka Sayat/Iris.
Jenis luka terbuka yang satu ini sering terjadi karena adanya kontak dengan benda tajam seperti pisau dan lain sebagainya namun berbeda dengan luka tusuk.
Biasanya pada luka sayat/iris, permukaan kulit dan lapisan di bawahnya akan terputus sampai kedalaman yang bervariasi namun tepi luka teratur. Sebagai salah satu contoh adalah ketika seorang korban yang sedang mengiris bawang dan tiba-tiba salah satu jarinya ikut teriris...hehe.

Berikut gambar luka sayat/iris tersebut:
Gambar Luka Sayat/Iris

3. Luka Robek.
Umumnya luka robek ini terjadi karena adanya benturan dengan benda keras yang tumpul. Karakteristik luka robek hampir sama dengan luka sayat namun ketidak teraturan tepi luka yang menjadi pembeda keduanya.

Kondisi yang tidak teratur ini menyebabkan sulitnya penolong untuk menilai kedalaman luka termasuk juga untuk menilai kerusakan bagian dalam. 
Perdarahan pada luka ini sangat sulit untuk diatasi dan dikendalikan apalagi jika mengenai pembuluh darah yang besar, kalau pun bisa dikendalikan hanya setengahnya saja. Untuk jelasnya lihat gambar luka robek berikut:
Gambar Luka Robek

Oke teman-temanku itu saja dulu ya, nanti kita sambung lagi untuk luka terbuka selanjutnya. Oh ya mohon maaf kalo gambar yang ditampilkan mungkin akan membuat teman-teman ngeri atau tidak suka.


Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Senin, 07 Maret 2011

CEDERA JARINGAN LUNAK

Pertolongan pertama cedera jaringan lunak berkaitan erat dengan perdarahan dan pertolongan pertama untuk mengatasinya. Hal ini karena cedera jaringan lunak adalah salah satu penyebab terjadinya perdarahan.

Ilustrasi cedera jaringan lunak


Apa sih yang dimaksud dengan cedera jaringan lunak?? Dalam bahasa sehari-hari, kita sering mengenal cedera jaringan lunak dengan istilah luka yaitu terputusnya keutuhan jaringan lunak baik di luar ataupun di dalam tubuh.

Jaringan lunak ini meliputi kulit, jaringan lemak, pembuluh darah, jaringan ikat, membran. kelenjar, otot dan saraf. Pada jaringan lunak, kulit bertindak sebagai pertahanan tubuh lapisan pertama terhadap gaya dari luar yang mudah mengalami cedera dan sangat jelas bila mengalami cedera.

Jika terjadi cedera jaringan lunak maka bisa menimbulkan beberapa komplikasi pada tubuh korban seperti perdarahan, kelumpuhan dan lainnya sesuai dengan luasnya dan jaringan lunak yang terkena.

Berdasarkan keterlibatan jaringan kulit, maka cedera jaringan lunak yang biasa kita sebut dengan luka dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu:

1. Luka Terbuka.
Jenis luka ini akan terjadi bila ada kerusakan atau terputusnya jaringan kulit atau selaput lendir, juga dapat mencakup kelapisan yang lebih dalam sehingga bagian ini terkontaminasi. Kasusnya biasa ditemui pada kecelakaan dan paling sering menimbulkan perdarahan.

2. Luka Tertutup.
Berbeda dengan luka terbuka, jika korban mengalami luka tertutup maka cedera yang dialami tidak merusak lapisan kulit hanya menimbulkan tanda memar pada kulit. Namun walaupun begitu, luka tertutup ini tetap berbahaya apalagi kalo menimbulkan kerusakan pada alat-alat tubuh.

Itu dulu ya teman-teman yang bisa share, berhubung hari sudah larut malam dan mata ini sudah tidak bisa diajak kompromi lagi...hehe, nanti akan saya sambung lagi untuk berbagai jenis dari kedua kategori luka atau cedera jaringan lunak.


Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Kamis, 03 Maret 2011

GAMBAR PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN SYOK

Berikut adalah beberapa gambar (foto) ilustrasi pertolongan pertama untuk korban syok.

Bawa dan baringkan korban ditempat yang aman, tinggikan tungkai kaki korban dan pastikan jalan nafas terbuka
Segera selimuti korban

Proses menselimuti korban

Proses menselimuti korban

Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN SYOK

Di pagi yang cerah ini, saya kembali ingin berbagi dengan teman, sahabat, kakak, adik, bapak dan ibu dan handai taulan sekalian tentang bagaimana PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN SYOK, setelah pada postingan sebelumnya kita sudah share tentang apa itu SYOK dan Gejala serta Tandanya.

Anda semua sudah tahu bahwa Syok sangat berbahaya bagi seseorang karena bila terlambat memberikan pertolongan pertama untuk menanganinya akan bisa berakibat sangat fatal yaitu kematian. Jika memang kita menemukan kasus syok, maka langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Bawa korban ke tempat yang teduh dan aman.
  2. Tidurkan korban telentang, naikkan tungkai (kaki) korban setinggi 20-30cm bisa juga diberi penyangga. Hal ini dilakukan jika tidak ada kecurigaan terdapat patah tulang (tulang belakang atau tulang tungkai).    
  3. Longgarkan pakaian  korban.
  4. Segera tutupi tubuh korban dengan selimut agar suhu tubuhnya terjaga.
  5. Tenangkan korban.
  6. Pastikan jalan nafas dan pernafasan dalam keadaan baik.
  7. Untuk korban dengan syok berat, biasanya kesadaran akan menurun sehingga lidah korban mungkin akan jatuh ke belakang dan menutupi jalan nafas, kalau hal ini terjadi segera buka jalan nafasnya.
  8. Kontrol perdarahan dan rawat cedera lainnya bila ada.
  9. Bila ada berikan oksigen sesuai protokol.
  10. Ingat! Jangan berikan makan dan minum.
  11. Periksa selalu tanda vital secara berkala.
  12. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapat perawatan medis lebih lanjut.
Langkah pertolongan pertama korban syok harus segera dilakukan untuk agar upaya penanganan secara medis dapat berjalan lebih baik dan nyawa korban bisa ditolong. Untuk gambar dapat dilihat pada postingan berikut.

Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Senin, 28 Februari 2011

Gejala dan Tanda Syok

Ketika sahabat sudah tahu apa itu yang dimaksud dengan SYOK, kali ini saya akan menulis gejala dan tanda terjadinya syok pada diri seorang korban. Gejala dan tanda ini tentunya akan memudahkan kita untuk mengenali bahwa korban saat itu sedang mengalami syok, sehingga kita bisa melakukan pertolongan pertama kepadanya.
Kebanyakan gejala dan tanda syok yang terjadi pada setiap korban hampir sama, walaupun penyebabnya terkadang berbeda. Gejala dan tanda akan timbul sesuai dengan semakin beratnya syok yang dialami oleh korban. Nah apa saja gejala dan tanda syok?? Silahkan simak tulisan berikut ini:

Tanda Syok:
1. Nadi Cepat dan Lemah.
    Akibat adanya kekurangan pasokan darah dari jantung, maka respon pertama yang diberikan oleh sistem sirkulasi adalah meningkatkan kecepatan pemompaan oleh jantung. Tujuannya untuk mempertahankan perfusi jaringan sehingga otomatis frekuensi nadi akan bertambah cepat dan dalam keadaan syok nadi bisa berdenyut lebih dari 100 kali/menit. Penurunan jumlah darah yang sangat banyak ini juga akan mengakibatkan penurunan tekanan darah sehingga nadi korban menjadi lemah dan halus.
2. Nadi Cepat dan Dangkal.
    Ketika syok terjadi maka organ tubuh akan segera merespon dengan mengirimkan sinyal ke otak bahwa oksigen yang diperoleh oleh organ tubuh tersebut berkurang. Dan otak dengan segera merespon dan memerintahkan paru-paru untuk bekerja semakin cepat dalam memproduksi oksigen. Nah, semakin parahnya syok maka nafas korban akan semakin cepat, sulit, dangkal dan terkadang tidak teratur. Seperti halnya jantung (tanda no.1), ketika terjadi syok, maka kerja paru-paru akan semakin meningkat.

3. Kulit Pucat, Dingin dan Lembab.
    Tubuh kita memiliki sistem pertahanan sendiri, dalam keadaan darurat peredaran darah akan diarahkan menuju alat tubuh yang paling penting seperti jantung, otak dan lainnya. Hal ini akan menimbulkan dampak pada suhu dan warna kulit yaitu akan menjadi dingin dan pucat juga bisa membuat kulit lembab.

4. Wajah.
    Seperti halnya kulit, wajah juga akan menjadi pucat sebagai tanda kekurangan darah dan oksigen. Terjadi sianosis pada bibir, lidah dan cuping telinga.

5. Mata.
    Ketika syok, akan terjadi pelebaran pada manik mata dan pandangannya hampa.

6. Perubahan Keadaan Mental.
    Kurangnya pasokan oksigen ke otak sangat berpengaruh besar dengan fungsi dan kerja otak. Bila pasokan oksigen ini berkurang walau hanya sedikit, maka akan terjadi perubahan mental seperti gelisah, ingin berkelahi dan adakalanya ini merupakan gejala yang pertama kali terlihat.

Gejala Syok:
Jika tanda-tanda syok di atas terjadi pada seseorang, maka selanjutnya gejala yang timbul pada diri korban adalah:
  1. Mual, bisa juga disertai dengan muntah,
  2. Haus,
  3. Lemah,
  4. Pusing (Vertigo), 
  5. Tidak Nyaman dan takut, terkadang pada beberapa korban pengamatan inilah yang mungkin pertama kali ditemukan.


Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Senin, 21 Februari 2011

Pertolongan Pertama Korban Tenggelam Bag. 2

B. Korban tidak sadar
Ilustrasi pertolongan korban di air

Seperti halnya dalam memberikan pertolongan pertama untuk korban tenggelam dalam keadaan sadar, maka untuk korban tidak sadar sipenolong juga harus memiliki kemampuan dan keahlian  untuk melakukan evakuasi korban dari dalam air agar baik penolong maupun korban dapat selamat. 

Adapun tindakan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Segera hampiri korban, namun tetap perhatikan keadaan sekitar untuk menghindari hal yang tidak diingin terhadap diri penolong. Lakukan evakuasi dengan melingkarkan tangan penolong ditubuh korban seperti yang dilakukan pada no. 3 untuk korban sadar.
  2. Untuk korban yang dijumpai dengan kondisi wajah berada di bawah permukaan air (tertelungkup), maka segera balikkan badan korban dan tahan tubuh korban dengan salah satu tangan penolong. Jika penolong telah terlatih dan bisa melakukan pemeriksaan nadi dan nafas saat menemukan korban, maka segera periksa nafas dan nadi korban. Kalau nafas tidak ada maka segera buka jalan nafas dengan cara menggerakkan rahang korban dengan tetap menopang tubuh korban dan berikan nafas buatan dengan cara ini. Dan jika sudah ada nafas maka segera evakuasi korban ke darat dengan tetap memperhatikan nafas korban. 
  3. Ketika penolong dan korban telah sampai ditempat yang aman (di darat), maka segera lakukan penilaian dan pemeriksaan fisik yang selalu berpedoman pada ABC. Berikan respon kepada korban untuk menyadarkannya.
  4. Ketika respon ada dan korban mulai sadar, maka segera lakukan pemeriksaan fisik lainnya untuk mengetahui apakah ada cedera lain yang dapat membahayakan nyawa korban. Jika tidak ada cedera dan korban kemudian sadar, berikan pertolongan sesuai dengan yang diperlukan korban, atau bisa juga dengan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan secara medis.
  5. Jika tidak ada respon dan tidak ada nafas, segera buka jalan nafas dengan cara ini atau ini, periksa jalan nafas dengan cara Lihat, Dengar dan Rasakan (LDR) selama 3-5 detik. Jika tidak ada nafas maka segera berikan bantuan pernafasan (bantuan hidup dasar) dengan cara ini lalu periksa nadi karotis. Apabila nadi ada, maka berikan bantuan nafas buatan sesuai dengan kelompok umur korban hingga adanya nafas spontan dari korban (biasanya nafas spontan ini disertai dengan keluarnya air yang mungkin menyumbat saluran pernafasan korban ketika tenggelam), lalu posisikan korban dengan posisi pemulihan. Terus awasi jalan nafas korban sambil penolong berupaya untuk menyadarkan seperti tindakan no. 4 di atas atau mencari bantuan lain untuk segera mengevakuasi korban.
  6. Ketika tindakan no.5 tidak berhasil (tidak ada respon, tidak nafas dan tidak ada nadi), makas segera lakukan Resusitasi Jantung Paru, dengan cara seperti ini.
Tindakan seperti di atas benar-benar akan berhasil dan terlaksana dengan baik, ketika penolong mempunyai keahlian untuk melakukan pertolongan pertama. Jika penolong tidak memiliki kemampuan dan keahlian tersebut sebaiknya segera menghubungi pihak berwenang seperti pelaku pertolongan pertama, paramedik atau tim penyelamat dan mentransportasikan korban (evakuasi) ke fasilitas kesehatan terdekat. Dan yang harus diingat, ketika proses EVAKUASI, JALAN NAFAS korban harus selalu terbuka.





Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.
PAZJK8VQ252H

Pertolongan Pertama Korban Tenggelam Bag. 1

Sehubungan dengan adanya permintaan salah seorang teman tentang bagaimana cara menolong korban tenggelam, maka saya dengan senang hati akan mempostingkan hal tersebut. 

Ilustrasi Koban tenggelam
Kasus korban tenggelam baik di sungai, danau, kolam atau laut sering terjadi dengan korban yang mungkin hanya satu orang sampai yang ratusan orang. Apalagi ditinjau dari faktor geografis indonesia yang terdiri dari kepulauan (dikelilingi laut) dan dialiri oleh banyak sungai besar dan kecil.

Cukup banyak faktor yang menyebabkan seseorang tenggelam, bisa karena bencana seperti diseret banjir, karena olahraga seperti arung jeram atau renang atau karena musibah seperti tenggelam sebuah kapal serta banyak hal lain.

Nah bagi sobat yang menemukan kasus untuk korban tenggelam, ada satu hal penting yang harus sobat ingat yaitu penolong bukanlah seorang superhero yang selalu bisa menyelamatkan jiwa orang lain.

Namun jika memang sobat mempunyai keahlian dan dengan rasa kemanusiaan berkeinginan keras untuk menolong itu adalah hal yang sangat mulia, tapi sebelum memberikan pertolongan pertama terhadap korban tenggelam ada beberapa hal yang harus selalu diingat, diketahui dan dilaksanakan oleh seorang penolong, yaitu:

  • Penolong harus terlebih dahulu mengamankan diri sendiri sebelum memberikan pertolongan kepada korban. Mengapa hal itu harus dilakukan? Karena biasanya korban tenggelam akan mengalami kepanikan dan cenderung akan menggapai, memegang atau merangkul benda-benda disekitarnya serta meronta-ronta guna menyelamatkan dirinya. Hal ini sangat berbahaya jika si penolong tidak siap dengan kondisi tesebut.
  • Penolong ketika menjumpai korban tenggelam sebaiknya segera mencari bantuan terdekat, sambil terus berusaha untuk mengamati kondisi korban.
  • Penolong tidak berusaha untuk memberikan pertolongan pertama di air, karena itu sangat berbahaya tapi memberikannya setelah sampai ditempat yang aman di darat.

Nah ketika hal di atas telah menjadi panduan bagi penolong, maka penolong dapat melakukan tindakan untuk melakukan pertolongan. Adapun bentuk pertolongan yang bisa diberikan dibagi menjadi dua jenis, yaitu untuk korban sadar dan korban tidak sadar.

A. Korban Sadar
  1. Penolong tidak boleh langsung terjun ke air untuk melakukan pertolongan. Ingat bahwa korban dalam keadaan panik dan sangat berbahaya bagi penolong. Sedapat mungkin, penolong untuk selalu memberikan respon suara kepada korban dan sambil mencari kayu atau tali atau mungkin juga pelampung dan benda lain yang bisa mengapung disekitar lokasi kejadian yang bisa digunakan untuk menarik korban ke tepian atau setidaknya membuat korban bisa bertahan di atas permukaan air.
  2. Aktifkan sistem penanganan gawat darurat terpadu (SPGDT). Bersamaan dengan tindakan pertama di atas, penolong harus segera mengaktifkan SPGDT, untuk memperoleh bantuan atau bisa juga dengan mengajak orang-orang yang ada disekitar tempat kejadian untuk memberikan pertolongan. 
  3. Jika memang ditempat kejadian ada peralatan atau sesuatu yang bisa menarik korban ketepian dengan korban yang dalam keadaan sadar, maka segera berikan kepada korban, seperti kayu atau tali, dan usahakan menarik korban secepat mungkin sebelum terjadi hal yang lebih tidak diinginkan. Setelah korban sampai ditepian segeralah lakukan pemeriksaan fisik dengan terus memperhatikan ABC untuk memeriksa apakah ada cedera atau hal lain yang dapat mengancam keselamatan jiwa korban dan segera lakukan pertolongan pertama kemudian kirim ke pusat kesehatan guna mendapat pertolongan lebih lanjut.
  4. Jika tidak ada peralatan atau sesuatu yang bisa menarik korban, maka penolong bisa segera terjun ke air untuk menghampiri korban. Tapi harus diingat, penolong memiliki kemampuan berenang yang baik dan menghampiri korban dari posisi belakang korban.
  5. Jika korban masih dalam keadaan sadar dan bisa ditenangkan, maka segera tarik (evakuasi) korban dengan cara melingkarkan salah satu tangan penolong pada tubuh korban melewati kedua ketiak korban atau bisa juga dengan menarik krah baju korban (tapi ingat, hal ini harus dilakukan hati-hati karena bisa membuat korban tercekik atau mengalami gangguan pernafasan) dan segera berenang mencapai tepian. Barulah lakukan pertolongan pertama seperti pada no. 3 di atas.
  6. Jika Korban dalam keadaan tidak tenang dan terus berusaha menggapai atau memegang penolong, maka segera lumpuhkan korban. Hal ini dilakukan untuk mempermudah evakuasi, kemudian lakukan tindakan seperti no 5 dan kemudian no. 3 di atas. 

(bersambung ke bagian 2) .....

Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

Sabtu, 19 Februari 2011

The Human Killing Machine No.3

Tentunya sobat bertanya-tanya mengapa saya memilih judul di atas untuk tulisan saya ini, sepertinya judulnya sangat melenceng jauh dari tema yang saya usung untuk blog saya ini yaitu Pertolongan Pertama. Melihat judul di atas tentu ada sedikit rasa penasaran, ingin tahu dan pertanyaan yang mungkin terbetik dipikiran sobat-sobatku sekalian.

Ya benar itu sebenarnya yang saya inginkan, rasa penasaran, ingin tahu dan bertanya-tanya apa sih sebenarnya maksud saya menulis postingan ini (hehe...maaf sebelumnya sob).

"The Human Killing Machine No. 3" ini bukan sebuah judul dari sebuah film, dan juga bukan sebuah alat (katakanlah seperti robot terminator yang membunuh umat manusia), jadi apa sih maksudnya??? (semoga semakin penasaran... :) )

"The Human Killing Machine No. 3" yang saya maksud adalah KECELAKAAN LALU LINTAS, (loh kok bisa???), ya itulah kenyataan yang harus sobat sekalian ketahui, bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan pembunuh manusia terbanyak diseluruh dunia setelah penyakit jantung dan kanker (cancer) dan juga nomor 3 terbesar di Republik ini.



Bayangkan sob, di Provinsi Riau (tempat tinggal saya), data laka lantas tahun 2009 ada 759 kasus (trendnya terus meningkat di 2010 dan 2011) dengan penduduk yang hanya 4,5 juta jiwa. Dan didata terakhir yang saya dapat kemarin siang (18/2) dari Wadir Lantas Polda Riau, bahwa Riau menduduki peringkat 10 penyumbang laka lantas di Indonesia ( urutan 1 Jawa Timur dan urutan 2 DKI Jakarta) dan tentunya ini bukan sebuah prestasi membanggakan... hehe.

Dari sejumlah kasus laka lantas tersebut, hampir 75% korban adalah yang berusia 16-30 tahun. Tentu saja ini sangat menjadi perhatian penting bagi kita semua, bukan hanya tugas intitusi Polri selaku pemangku jabatan yang diberikan kewenangan untuk mengatur lalu lintas atau dinas dan instansi terkait lainnya yang harus bertanggung jawab, tapi KITA SEMUA sobat. Mengapa?? karena faktor manusia dan tingkah lakunya yang paling dominan dalam hal tersebut. Dan jujur saya katakan bahwa akankah disatu masa Republik Indonesia akan kehilangan 1 generasi hanya akibat laka lantas?? Sangat miris sekali...

Kaitannya Dengan Pertolongan Pertama???

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin saja muncul dibenak sobat sekalian, apa kolerasi antara "The human Killing Machine No. 3" dengan pertolongan pertama??

Bahwa ketika terjadi laka lantas tentunya akan ada korban, baik yang luka ringan, berat dan bahkan langsung meninggal dunia. Diposisi inilah pertolongan pertama sangat-sangat dibutuhkan. Sesuai dengan prinsip pertolongan pertama yang juga dilandasi oleh dasar hukum di Republik ini, setiap pelaku pertolongan pertama atau siapa pun yang bisa memberikan pertolongan wajib memberikan pertolongan untuk menyelamatkan korban agar mereka terhindar dari cedera yang lebih parah atau bisa langsung mendapatkan perlakuan yang layak (dengan melakukan dead body management) bagi yang meninggal dunia.

Kenyataan yang kita lihat sesungguhnya dilapangan, karena kurangnya kesadaran atau pengetahuan masyarakat (mungkin termasuk kita) lebih cenderung hanya menjadi penonton atau yang meramaikan suasana disaat mendapati peristiwa laka lantas tersebut, atau segera saja "cabut" dari tempat kejadian karena takut untuk dijadikan saksi atau dituduh sebagai pelaku padahal ada korban yang harus diselamatkan. 

Namun tidak jarang juga ada masyarakat yang memang mau memberikan pertolongan pertama terhadap korban, tapi cara dan prosedur yang dilakukan pun salah sehingga korban bertambah cederanya, sehingga dari data kebanyakan korban laka lantas meninggal dunia atau cedera bertambah parah karena tidak adanya bantuan pertolongan pertama dan pada saat evakuasi serta transportasi menuju fasilitas kesehatan terdekat. 

Untuk mengurangi bahkan menghilangkan perilaku, pola pikir dan tindakan yang kurang tepat inilah ada beberapa hal yang harus dirubah dan ditanamkan pada mind set dan pengetahuan masyarakat (dan tentunya juga pada diri kita) yaitu:
 
  1. Jadilah penolong dan berikan pertolongan pertama yang sesuai dengan kemampuan kita. Jika kita tidak tahu cara melakukan pertolongan pertama seperti yang dilakukan oleh para "First Aider", maka meminta tolong kepada yang berwenang seperti polisi, rumah sakit, ambulance, pelaku pertolongan pertama, dan paramedik terdekat ada sebuah bentuk pertolongan pertama yang paling tepat.
  2. Jangan takut untuk memberikan pertolongan awal ketika belum ada seorangpun yang memberikan pertolongan, karena hal ini (tentunya semua diluar taqdir tuhan) bisa membantu proses pertolongan selanjutnya dalam menyelamatkan korban. 
  3. Berusaha untuk tidak hanya dan jadi "penonton". Ketika ada laka lantas, sebaiknya tidak mengerubungi korban, karena akan sulit bagi penolong untuk segera memberikan pertolongan pertama bagi korban. Sebisa mungkin bantulah para penolong, namun kalo tidak bisa maka berikan jarak yang cukup untuk penolong melakukan pekerjaannya atau lebih baik untuk segera meninggalkan tkp.
  4. Perlu ditanamkan keinginan untuk belajar pertolongan pertama, walaupun terkadang hanya bermanfaat untuk diri sendiri atau juga keluarga guna meminimalisir korban ketika kita mengalami atau menjumpai peristiwa laka lantas atau pun terhadap peristiwa lain yang memang perlu tindakan pertolongan pertama.

Oleh karena itu sobat, mari bersama kita bersama bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyadarkan diri kita dan masyarakat untuk selalu patuh pada peraturan lalu lintas dan mau belajar tentang pertolongan pertama untuk keselamatan diri kita, keluarga dan juga masyarakat agar kelak laju angka korban akibat "The Human Killing Machine No.3" bisa ditekan dan syukur-syukur bisa "ZERO ACCIDENT".



Jika postingan ini bermanfaat silahkan saja untuk disimpan atau di share agar bisa diketahui oleh yang lain.

 
Health
free counters